Apa itu MDF, HDF ( Medium dan High Density Fibreboard ) & Particle Board ? - Furbeka
21756
post-template-default,single,single-post,postid-21756,single-format-standard,ajax_updown_fade,page_not_loaded,,select-theme-ver-4.1,side_area_uncovered,wpb-js-composer js-comp-ver-5.2,vc_responsive

Apa itu MDF, HDF ( Medium dan High Density Fibreboard ) & Particle Board ?

MDF dan HDF adalah sebuah papan yang terbuat dari serbuk halus kayu lunak dan keras campuran kemudian dipress panas ( hot press ) dengan perekat dan kepadatan tertentu yang rata2 dijual dengan ukuran panjang x lebar seukuran tripleks. Bahan ini mungkin adalah yang paling populer setelah multipleks. material utama untuk pembuatan nya disebut serat kayu/serbuk kayu, yang bisa dibuat dari kayu keras maupun lunak. perbedaan dari MDF dan HDF adalah pada kepadatannya, yang itu diukur dengan satuan kg/kubik. kalau MDF itu kepadatan menengah ( Medium Density Fibreboard ) dan HDF itu kepadatan tinggi ( High Density Fibreboard ) dan ada lagi yang low density yang biasa kita sebut sebagai Particle Board. perbandingan nya coba lihat gambar dibawah ini.

 

MDF dan HDF adalah sebuah papan yang terbuat dari serbuk halus kayu lunak dan keras campuran kemudian dipress panas ( hot press ) dengan perekat dan kepadatan tertentu yang rata2 dijual dengan ukuran panjang x lebar seukuran tripleks. Bahan ini mungkin adalah yang paling populer setelah multipleks. material utama untuk pembuatan nya disebut serat kayu/serbuk kayu, yang bisa dibuat dari kayu keras maupun lunak. perbedaan dari MDF dan HDF adalah pada kepadatannya, yang itu diukur dengan satuan kg/kubik. kalau MDF itu kepadatan menengah ( Medium Density Fibreboard ) dan HDF itu kepadatan tinggi ( High Density Fibreboard ) dan ada lagi yang low density yang biasa kita sebut sebagai Particle Board. perbandingan nya coba lihat gambar dibawah ini.

 

Kelebihan pakai MDF

Lebih murah kalau dibanding pakai kayu solid. murah dalam bahan dan juga dalam proses produksinya. pak tukang hanya tinggal potong dan pasang kalau pakai MDF, beda kalau pakai kayu solid yang musti belah, nyerut, nyambung bla bla bla…repot.

Selain mudah dalam pengerjaan, pemakaian MDF juga lebih minim resiko pecah dan retak. bahkan bisa dibilang tanpa ada resiko pecah. dia kan dibikin dari serbuk jadi tidak punya serat, sedangkan kalau kayu kan pecahnya pasti di seratnya. jadi ya begitu…

Kelemahan MDF

Tidak tahan air, kalau kena air baik secara langsung atau hanya karena kelembaban tinggi, MDF akan rusak yang ditandai dengan mengelupas dan rontok jadi kayak serbuk2 lagi. atau kalau kena lembab dia bakal jamuran. jadi jelek kalau jamuran kan ? hal ini biasa disikapi dengan menggunakan MDF berlapis veneer atau pakai lapisan HPL. namun yang namanya air, dia tetep cari celah buat meresap kan, jadi resiko itu tidak bisa dihilangkan sama sekali.

%d bloggers like this: